Siswa SMA Negeri 1 Langsa Belajar Pemerintahan di Washington DC

MUHAMMAD IHSAN, Siswa SMA Negeri 1 Langsa, sedang mengikuti Pertukaran Pelajar Kennedy Lugar-Youth Exchange and Study/Bina Antarbudaya, melapor dari New York, Amerika Serikat

SAYA siswa SMA Negeri 1 Langsa. Penerima beasiswa pertukaran pelajar Kennedy Lugar-Youth Exchange and Study (KL-YES) dari Pemerintah Amerika Serikat melalui Yayasan Bina Antarbudaya selama satu tahun mulai dari Agustus tahun lalu.

Saat ini saya menempuh ilmu di Carthage Central High School, sebuah sekolah di Negara Bagian New York dan tinggal bersama host family (keluarga angkat) di Carthage, New York.

Selama menjalani program ini, banyak pengalaman yang saya dapatkan di sekolah, di lingkungan sekitar, maupun kegiatan yang berasal dari program sendiri, seperti Leadership Day, International Education Week, dan sebagainya. Salah satu program tahunan yang diselenggarakan adalah Civic Education Week (CEW). Dalam program ini para peserta didatangkan ke Ibu Kota Negara AS, Washington DC dan akan mempelajari tentang pemerintahan Amerika, kepemimpinan, sejarah, hak, dan kewajiban warga negara Amerika, serta hal lainnya yang berhubungan dengan civic education selama satu minggu.

Namun, tak semua siswa program KL-YES dapat mengikuti program ini. Hanya 100 orang yang terpilih dari 400 orang lebih yang mendaftar. Dalam proses seleksi para peserta diminta menulis esai tentang keadaan politik, ekonomi, atau sosial dari negara asalnya, dan bagaimana program ini dapat membantu permasalahan tersebut. Dengan esai yang berjudul ‘Political Blindness’ (Buta Politik), alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu dari 100 peserta untuk mengikuti Civic Education Week pada Maret lalu.

Dalam kegiatan itu, saya berjumpa dengan siswa-siswi pertukaran pelajar dari berbagai negara, seperti Afghanistan, Pakistan, India, Bangladesh, Bulgaria, Albania, Afrika Selatan, Sierra Leone, Arab Saudi, Mesir, Lebanon, Moroko, Turki, Thailand, Filipina, Suriname, dan negara lainnya yang mayoritas penduduknya muslim. Saya juga berjumpa enam teman lainnya dari Indonesia yang menjadi finalis dalam kegiatan Civic Education Week. Selama kegiatan, kami mempelajari banyak hal. Wisata ke museum-museum seperti Newseum, Smithsonian National Museum of American History, National Museum of Natural History, National Air and Space Museum, National Gallery of Art, dan National Museum of American Indian.

Kami juga berkunjung ke Washington Monument, Lincoln Memorial, Thomas Jefferson Memorial, Franklin Roosevelt Memorial, Martin Luther King National Memorial, White House Neighborhood, Supreme Court, Library of Congress, dan Capitol Hill.

Uniknya, kami tidak hanya mengunjungi tempat tersebut sebagaimana kebanyakan pengunjung. Tapi kami juga mendapat pengetahuan dari para instruktur tentang sejarah dan pengetahuan umum dari tempat-tempat yang kami kunjungi. Misalnya, Washington DC adalah ibu kota negara terencana yang tertua, berbentuk seperti berlian (layang-layang) yang di tengah berlian tersebut terletak Capitol Hill atau gedung congress dan tak boleh ada gedung yang lebih tinggi dari Washington Monument untuk tujuan keamanan.

Atau mengapa monumen-monumen tersebut terletak di tempat itu, seperti Thomas Jefferson Memorial yang letaknya di seberang White House. Jawabnya adalah karena Presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt tahun 1925 saat itu sangat mengagumi Thomas Jefferson. Thomas Jefferson adalah perancang naskah Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat dan Presiden kedua Amerika Serikat.

Kami mendapat kesempatan berjumpa dengan Assistant Secretary of State for Educational & Cultural Affairs, Evan Ryan. Kami juga berbincang di sebuah grup kecil bersama para diplomat setelah pertemuan dengan Assistant Secretary of State. Kami dapat bertanya tentang pengalaman diplomasi mereka, seperti bagaimana rasanya ditempatkan di negara kita, Indonesia, apa tantangan selama menjadi diplomat, atau jalur apa yang mereka ambil, sehingga bisa menjadi diplomat agar kami juga bisa mengikutinya.

Kesempatan lain yang kami dapatkan yang tak kalah luar biasanya adalah bertemu dengan Congress Man/Woman dan Senator Amerika Serikat. Saat meeting dengan lembaga legislatif AS ini, saya dan teman-teman dapat merasakan bagaimana pemerintahan Amerika secara langsung dan juga dapat merasakan rasanya berdiplomasi dengan para senator dan congress man/woman.

Kami juga mendapat pelajaran tentang Grass Root Project, bagaimana membuat proyek sosial yang kecil, namun dapat membantu masyarakat sekitar. Kami juga mendapatkan pelajaran tentang kepemimpinan, isu-isu global seperti peran sosial media dalam memerangi ISIS dan pentingnya non-government organization (NGO) serta volunteerism (relawan) dalam masyarakat. Kegiatan kami pun tak sepenuhnya formal, banyak juga kegiatan yang asyik. Misalnya, menonton pertandingan hockey. Saya tak menyangka dalam umur yang masih remaja saya dapat merasakan langsung bagaimana sistem pemerintahan nasional Amerika Serikat.

 

Citizen Reporter.

Pengumuman Ujian Akhir Semester UAS 2016

Diberitahukan Kepada Civitas Akademika SMA N 1 Langsa Bahwa Ujian Akhir Semester (UAS) 2016 akan segera dilaksanakan, dimohon agar semua siswa Meningkatkan Belajar agar Dalam Melaksanakan UJian Akhir Semester Dapat memperoleh Hasil yang maksimal…

 

Terima Kasih